Tak Mudah Jadi Bek Baru di Klub Italia, Matthijs de Ligt Buktinya

Musim lalu, Matthijs de Ligt tampil impresif bersama Ajax Amsterdam. Performa itu membawa bek sentral 20 tahun Belanda tersebut ke Juventus, dengan nilai transfer €75 juta. Namun, menjadi bek baru di klub dari negara sepak bola yang identik dengan taktik dan pertahanannya tidaklah mudah.

Juara bertahan Juventus bertandang ke Stadio San Siro – Giuseppe judi bola Meazza untuk menghadapi Inter Milan pada pekan ke-7 Serie A 2019/20, Senin (7/10/2019). Juventus menang 2-1 dan menggusur Inter dari puncak klasemen sementara.

Juventus membuka keunggulan lewat gol cepat Paulo Dybala di menit 4, dan Inter menyamakan kedudukan melalui penalti Lautaro Martinez pada menit 18. Kemenangan Juventus ditentukan pemain pengganti Gonzalo Higuain di menit 80.

Gol penyama kedudukan Inter lahir dari penalti yang diberikan menyusul vonis handball terhadap De Ligt.

Tak cuma itu, dalam laga ini, De Ligt juga sempat dipermalukan Romelu Lukaku dengan nutmeg.

Dari empat bek Juventus di laga melawan Inter, De Ligt mendapatkan rating WhoScored paling rendah. Dia di-rating 6,3. Rating lebih baik didapatkan tiga bek Juventus lainnya, yakni Leonardo Bonucci (6,4), Alex Sandro (6,9), dan Juan Cuadrado (6,8).

1 dari 2
Awal Sulit Matthijs de Ligt
Di Ajax, Matthijs de Ligt menjadi kapten termuda mereka. De Ligt juga menjadi bek pertama yang meraih Golden Boy Award.

Dia turut berperan besar membawa Ajax menyingkirkan Real Madrid dan Juventus. Pindah ke Turin, awal kariernya bersama Juventus tak semulus harapan.

Ini diawali dengan bunuh diri melawan Inter di pramusim. Setelah itu, dia cuma jadi cadangan saat melawan Parma di pekan pembuka.

Cederanya kapten Giorgio Chiellini membawa De Ligt ke starting line-up. Dia berpasangan dengan Bonucci di jantung pertahanan. Namun, sejauh ini, hasilnya belum benar-benar memuaskan.

Dengan De Ligt, Juventus kebobolan lima gol melawan Napoli di Serie A dan Atletico Madrid di Liga Champions. Setelah itu, dia jadi cadangan melawan Verona.

Melawan Inter, De Ligt ‘membuat’ Juventus dihukum penalti. Dia juga dipermalukan Lukaku.

Awal sulit di Turin ini salah satunya adalah karena dia masih kurang pengalaman. Itulah penilaian Bonucci.

Bonucci siap membantu rekannya tersebut.

“Saya tahu kehilangan Giorgio Chiellini benar-benar buruk buat kami, di dalam maupun luar lapangan,” kata Bonucci, seperti dikutip dari Football Italia. “Saya harus memberikan lebih dibandingkan musim lalu, dan ini sebenarnya sedikit ganjil.”

“Saya merasa orang-orang percaya kepada saya sekarang. Saat ini, saya yang tertua di barisan belakang (dengan absennya Chiellini), dan adalah tugas saya untuk membimbing rekan-rekan yang kurang pengalaman dengan memberikan lebih.”

“Saya rasa ada beberapa detail yang masih harus kami perbaiki. Jika kami lebih fokus, lebih solid dan tekun, kami bisa selangkah lebih maju,” pungkas bek senior Juventus tersebut. poker online indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *